Dua hari ini, dan beberapa hari ke depan akan terbiasa dengan anak-anak SD, karena sedang mendapat tugas untuk bimbingan persiapan olimpiade di salah satu SD terkenal di Yogyakarta.
Menjadi hal yang menyenangkan dan pengalaman sendiri ketika belajar dengan anak-anak SD, karena selama di sana juga saya gunakan kesempatan untuk melihat lingkungan sekolah, lingkungan siswa, ruangan kelas, situasi dll (sekaligus bahan referensi untuk nyari SD buat my child for the next, hihi padahal masih lama juga… ).
Banyak hal mengejutkan selama di sana… Ato mungkin saya-nya yang terlalu udik untuk masalah2 pendidikan saat ini ya? Wah, klo gitu mesti update terus neh… Jangan sampe ketinggalan berita.
OK, kembali ke permasalahan yang akan saya sampaikan. Saya tercengang sebenarnya ketika bimbingan berlangsung. Menit-menit pertama berjalan dengan lancar, OK they are good students, untuk ukuran anak SD mengerjakan soal-soal yang menurut saya sendiri harus perlu waktu ternyata mereka bisa. But… Apa yang terjadi?? Jawaban mereka benar, well done, gak ada salahnya. Tapi ketika siswa diminta untuk menerangkan ato menulis proses mereka berpikir dan langkah mereka kerja, ternyata .. ow ow… mereka sendiri juga masih bingung, mau nulis apa?? Langkahnya bagaimana? So, the 1st analisis buat mereka adalah, mereka belum paham tentang apa yg mereka pikirkan… Metakognisi. Yup, I got this term… (Kita bahas metakognisi ini next time ya…). Judul ini khusus bahas tentang keterbelalakan saya saja tentang yang saya temui akhir akhir ini saja dulu…
So, dengan kenyataan ini, Pekerjaan Rumah-Sekolah (PR-S) siapakah ini? Guru? Siswa? Orang tua?? Yang jelas semua harus terlibat, meski entah bagaimana caranya, saya sendiri juga masih belum tahu solusinya….
OK, the next suprise….
Ketika menunggu jam saya untuk belajar lagi dengan anak-anak, yg kebetulan saat itu saya datang agak awal, saya bertemu dengan murid siswa. Terjadi percakakapan singkat, namun cukup membuat saya shock therapy…
Me: “Saing Bu…”
Mom: “Siang Mbak….”
Me: “Sedang apa Bu?”
Mom: “Ini saya cari temen anak saya, mau pinjem catetan, dan mau saya fotocopy, krn anak saya beberapa hari ini gak berangkat, sedang sakit”
Me: “Putranya (anaknya) kelas berapa Bu?”
Mom: “Kelas 1 RSBI Mbak. Tapi pelajarannya… sudah berat banget, melebihi pelajaran anak saya yang sudah kelas IV, mungkin malah kapan-kapan kakanya kesalip itu, apalagi Bahasa Inggrisnya, dan saya juga harus belajar lagi untuk ngajari anak saya kalo ditanya PR. Kalo saya gak fotocopy-kan, nanti anak saya juga ketinggalan pelajaran. Dulu masuknya aja susah Mbak, pake seleksi ketat banget untuk yang RSBI ini, makanya ini anaknya juga harus diawasi terus belajarnya”.
…..
ow ow… penasaran juga dengan kurikulum si anak ini, selain tentunya juga kagum juga dengan perjuangan si Ibu ini untuk hunting fotocopi-an, demi si anak….
Gayung pun bersambut, ternyata tempat kami (saya dan anak-anak) bimbingan di ruang kelas RSBI. Ketika anak-anak sedang mengerjakan soal, iseng saya muter2 ruang kelas, ternyata-oh ternyata…. Yang saya temukan bukan buku-buku untuk kelas I SD, tetapi kelas III SD. Ow ow…. sebegitu cepatkah anak-anak kita harus belajar? Apa iya harus kehilangan masa bermain, karena pada dasarnya usia anak segitu (6-7 thn) masih merupakan tahapan bermain, tapi kok ya sudah dikasih materi untuk anak-anak usia selebihnya ya??
Bahan renungan saja sebenarnya ini, agar kita lebih hati2, terutama orang tua yang sedang cari sekolah untuk anaknya, jangan hanya sekedar gengsi-gengsian dengan mengesampingkan proses berpikir dan berkembangnya anak….
(Bersambung).
Fields Medal, Nobel untuk bidang Matematika
Maret 17, 2009 · 1 Komentar
Nobel? Semua orang pasti sudah pernah mendengarnya. Nobel adalah hadiah yang diberikan pada ilmuwan dunia yang menghasilkan penemuan luar biasa. Disebut-disebut sebagai penghargaan tertinggi yang bisa diperoleh seorang ilmuwan, Nobel menjadi “unsur wah” yang bakal melekat pada setiap orang yang menerimanya.
Nobel memang hadiah yang sangat bergengsi, meski demikian ada batasan bagi seseorang untuk meraihnya. Hingga kini hanya ada enam bidang ilmu yang termasuk dalam penghargaan ini, yaitu Fisika, Kimia, Kedokteran, Sastra, Perdamaian, dan Ekonomi. Bagaimana dengan Matematika?
Para ilmuwan mengatakan bahwa matematika adalah induk dari segala ilmu sains. Lalu mengapa tidak ada hadiah nobel untuk matematika? Ada banyak dugaan mengenai hal ini, yang mayoritas mengatakan bahwa Alfred Nobel memiliki illfeel terhadap matematika. Namun alasan sebenarnya adalah karena Alfred Nobel menganggap matematika tidak mempunyai terapan langsung dalam kehidupan nyata. Hal ini dapat dilihat dari bidang-bidang yang ada seperti yang telah tersebut di atas. Karya yang dihasilkan pun harus yang berupa terapan, tidak boleh yang berupa pengembangan teori.
Pintu untuk membuka Nobel di bidang matematika agaknya telah tertutup, namun para matematikawan telah berusaha untuk membuat jalan lain. John Charles Fields, seorang ahli matematika Kanada abad 19-20, menggagas adanya hadiah bergengsi bagi bidang matematika. Hadiah ini pada akhirnya diberi nama Fields Medal untuk menghargai almarhum.
Tidak seperti Nobel, Fields Medal diberikan pada mereka yang menghasilkan karya teoritis. Ada dua macam karya yang dapat dihasilkan oleh seseorang supaya dapat memperoleh medali ini. Yang pertama adalah jika seseorang dapat memecahkan soal yang terkenal sulit (lebih lazim disebut problem solving) dan yang ke dua adalah jika seseorang dapat menciptakan teori baru di bidang matematika.
Perbedaan yang lain yang cukup mencolok adalah kriteria peserta. Jika dalam hadiah Nobel tidak ada batasan usia, maka usia maksimum seseorang dapat menerima Fields Medal adalah 40 tahun. Jelas, bahwa medali ini ditujukan bagi para ilmuwan muda. Dasar pemikiran batasan usia ini adalah dengan harapan para penerima penghargaan terdorong untuk melanjutkan karyanya, bukannya berhenti sampai pada penerimaan hadiah. Dapat juga dikatakan, hal ini mendorong para ilmuwan muda yang belum mencapai batas usia untuk berkarya semaksimal mungkin.
Lalu sebenarnya kapan Fields Medal diberikan dan apa bentuk hadiahnya? Penghargaan diberikan pada Kongres Matematika Internasional yang diadakan empat tahun sekali (suatu batasan lagi untuk penerima penghargaan ini). Orang-orang yang layak akan mendapatkan sebuah medali emas. Sisi depan medali bergambarkan Archimedes, salah satu ahli matematika tertua di dunia, yang dikitari oleh tulisan “Transire suum pectus mundoque potiri“. Tulisan berbahasa Latin ditemui juga di sisi belakang medali, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “Para ahli matematika berkumpul dari seluruh dunia menghargai karya yang luar biasa”. Nama penerima penghargaan tertulis di tepi medali. Tidak hanya mendapatkan medali, uang sebesar US $ 15000 juga dihadiahkan kepada mereka. Memang bukanlah jumlah yang besar jika dibandingkan dengan US $ 1,5 juta-nya Nobel, namun mayoritas penerima Fields Medal lebih memandang penghargaannya daripada uangnya.
Fields Medal terakhir kali diadakan pada tahun 2006 di Madrid, Spanyol. Ada empat orang yang menerima penghargaan tersebut, yaitu Andrei Okounkov dari Rusia, Grigori Perelman dari Rusia, Terence Tao dari Australia, dan Wendelin Werner dari Prancis. Yang menarik dari pembagian hadiah kali ini adalah penolakan penghargaan oleh Grigori Perelman, yang beralasan bahwa para juri yang ada tidak pantas memeriksa hasil karyanya. Hal menarik lain adalah Terence Tao menjadi orang Australia pertama yang menerima hadiah ini.
Meski telah dikhususkan pada matematika, terdapat beberapa cabang matematika yang sering muncul dalam penghargaan ini. Ini bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan, karena ada banyak teori maupun penemuan baru yang dihasilkan dari bidang-bidang yang tampak terbatas itu. Hal yang seringkali terjadi adalah ditemukannya hubungan antara teori-teori yang tampaknya tidak ada hubungannya sama sekali. Dan salah juga kalau hendak dikata bahwa penghargaan ini terlalu eksklusif matematika. Edward Witten adalah fisikawan pertama yang menerima Fields Medal, tepatnya pada 1990. Lebih jauh lagi, ada banyak hubungan antara fisika dan matematika yang dihasilkan oleh para penerima medali. Pada akhirnya, matematika dapat membantu perkembangan ilmu-ilmu sains lain.
References:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fields_Medal
http://mathworld.wolfram.com/FieldsMedal.html
Riehm, C. The Early History of the Fields Medal. Notices of the AMS volume 49, number 7.
Monastyrsky, M. Some Trends in Modern Mathematics and the Fields Medal.
→ 1 CommentKategori: Uncategorized
Ditandai: Fields Medal, Nobel Matematika
Dompet dan Isinya hilang??
Maret 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sebenernya ini dah pengalaman 1 bulan yg lalu seh… Tapi gpp,kali aja ada manfaatnya buat temen2… Ceritanya neh, tanggal 21 Februari kmrn wisudaan for my master program.. Gak disangka dan gak kepikiran juga kalo di acara wisudaan gitu ada copet yang bergentayangan [syirik aja kali ya copetnya, ato malah gak pernah wisuda, jadi liat org wisuda gak seneng gitu], phufh…. entahlah… Gak pernah kepikiran juga kalo bakal jadi salah satu korban copet yang penghambat pembangunan itu
Rencana selese wisudaan mau foto2an gak jadi, karena harus ngurus surat keterangan kehilangan, so gak ada deh dokumen foto2an wisuda kali ini… Yang ada malah harus mondar mandir untuk blok ATM, laporan kehilangan ke kepolisian. Nah ini yang paling ribet, soalnya surat2 penting di dompet semua, KTP, SIM, STNK,kartu NPWP, kartu alumni, [emmm... apalagi ya yng dirasa penting?? Mungkin itu yg penting bgt...]. Tapi jadi tahu juga gmn proses mengurus surat2 kayak gitu yg katanya ribet…
So here is the step must i do and i will share for you:
1. Buat surat laporan kehilangan (untuk asli buat rangkap 2/3, soalnya untuk buat ATM juga harus surat kehilangan yg asli, gak mau kalo copy-an).
2. Terus buat KTP lagi ke kelurahan + kecamatan (sebelum yg lain diurus, ini wajib ‘ain diurus, soalnya ngurus yg lain juga harus pake copy-an KTP).
3. Untuk buat SIM, kebetulan di Ambarukmo Plaza ada neh layanan SIM CORNER, jd gak harus ke daerah asal, tapi ini khusus yg warga jogja lho ya…. Cukup bawa copy-an KTP dan copy-an SIM (kalo ada), biaya pembuatan 80 rb (lebih murah dibanding di daerah asal), dapet bonus gak banyak antrian + tempat yang nyaman juga.
4. Untuk urusan STNK, buat dulu iklan di surat kabar, iklan di radio, beserta berkas surat kehilangan dari kepolisian dibawa ke Samsat. Berkas lainnya copy-an KTP, copy-an BPKB, dan nomor mesin (dah ada petugasnya kok di samsat untuk gesek mesin). Tapi STNK gak langsung jadi, butuh waktu 2 mingguan, tapi ada surat jalan sementara untuk mengganti STNK. Untuk biaya STNK ini sebenernya murah bgt, hanya urusan wira-wiri + capeknya yang gak bisa diganti dg uang ….
5. Untuk NPWP, datang ke kantor kita mendaftar NPWP dengan membawa copy-an KTP, syukur2 kita inget NPWP kita…
6. Untuk ATM, bawa surat kehilangan dari kepolisian (asli) dan copy-an KTP serta buku tabungan kita di kantor bank waktu kita buka rekening…
7. Untuk kartu alumni…., tar aja deh buatnya waktu butuh banget, hehehe….
8. Untuk nominal uangnya, mudah2an dapet ganti yang lebih barokah
So, finally, yang dulunya dongkol amat sangat dg tuh copet, berhubung sekarang semua surat2 penting dah ada ditangan, mudah2an dapet hidayah, jangan mengambil yang bukan hak kalian…
Peringatan juga buat diri sendiri, untuk lebih hati2, waspada, dan … mungkin ada hak orang lain juga yang tidak tersampaikan … (halah).
Dan mudah2an dapet ganti yg lebih barokah… Amiin.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: Curhat, ngurus STNK - SIM Hilang
Game untuk Pembelajaran Matematika Siswa SD
Maret 3, 2009 · 1 Komentar
Berikut ini game untuk pembelajaran SD. Pada game ini, anak diajak untuk bermain seperti main “who want to be a millionare”. Game diformat dalam flash, sehingga ketika si anak menjawab serasa bermain. Merupakan karya mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Jember.
Game dapat didownload disini.Game Matematika
→ 1 CommentKategori: Uncategorized
Ditandai: game flash, game matematika, game pembelajaran matematika, game SD, Matematika SD, pembelajaran matematika
Soal-Soal Olimpiade Matematika
Maret 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Jadi pengalaman sendiri ketika dapat tugas untuk mendampingi anak-anak Di SMA Mualimat persiapan seleksi olimpiade matematika. Meskipun waktu SMA dulu juga dibimbing oleh guru2 SMA waktu itu (thanks Mr. Mukhayat, Mr. Aris Feriyanto, and Mr. Bambang Iriyanto), tapi dah lupa semua file ditaruh dimana (maklum dah hampir 1dasawarsa yang lalu). Untuk bahan bimbingan ya terpaksa dan kudu nyari2 lagi materi yang berhubungan dengan soal-soal olimpiade, karena soal untuk olimpiade gak sama dengan soal-soal biasa yang kita temui di kelas reguler. Bagi pembaca/pengunjung yang juga mau belajar ato sedang mencari referensi untuk soal olimpiade, berikut ini mudah-mudahan bisa membantu.
soal-dan-penyelesaian-imo
Sebenarnya referensi itu juga saya download dari internet, hanya saja saya lupa alamat web-nya,mohon maaf tidak mencantumkan sumbernya. Selamat menyelesaikan soal-soal.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: Soal-Soal Olimpiade Matematika
Maret 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Perlu trik sendiri untuk belajar dan mengajari matematika, agar matematika menyenangkan dan mudah dipelajari.
Agar belajar matematika serasa bermain, berikut ada alamat yang bisa dicoba untuk sekedar bermain-main dengan matematika
Simulasi dan Game Matematika
Selamat mencoba, semoga semakin senang dan mencintai matematika:)
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: game matematika, permainan matematika
My Orchid
Januari 29, 2009 · & Komentar
→ 3 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: Anggrek, kebun, santai
SKL dan Kisi-Kisi UN 2009
Januari 28, 2009 · & Komentar
Ujian Nasional 2009 tinggal hitungan kurang dari 3 bulan. Untuk mengoptimalkan hasil belajar perlu strategi yang tepat, apalagi dengan kriteria kelulusan sekaran ini yang semakin tinggi. Untuk memenuhi standar tersebut, kiranya perlu bagi kita, terutama guru dan murid tau rambu-rambu kelulusan, syukur-syukur kisi-kisi dari soal Ujian Nasional tersebut.
Berikut adalah SKL dan Kisi-Kisi Ujian Nasional 2009 untuk SD, SMP dan SMA berdasarkan Peraturan Menteri 2008:
Selamat belajar, semoga sukses.
→ 2 CommentsKategori: Matematika · Matematika SD · Matematika SMA · Matematika SMP
My Nephew’s Holiday
Januari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Liburan imlek bareng ma sodara, seneng lihat mereka tertawa dan puas maen air… Ini neh gambarnya:

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: liburan, renang, santai



